Pages

Thursday, April 5, 2018

suku duri dari kabupaten enrekang yang maksud enrekang duri


SUKU DURI

Sulawesi Selatan 



Letak:Sulawesi Selatan
Populasi:95.000 jiwa
Bahasa:Duri
Anggota Gereja:475 (0,5%)
Alkitab dalam bahasa Duri:sedang dikerjakan (PB)
Film Yesus dalam bahasa Duri:Tidak Ada
Siaran radio pelayanan dalam bahasa Duri:Tidak Ada
Suku Duri terdapat di Kabupaten Enrekang, di daerah pegunungan yang berhawa sejuk di tengah-tengah Propinsi Sulawesi Selatan, berbatasan dengan Tanah Toraja. Pemukiman orang Duri terdapat di kecamatan Baraka, Alla dan Anggeraja yang seluruhnya berjumlah 17 desa. Mereka tinggal dekat dengan jalan yang dapat dilalui mobil. Hanya sedikit yang bermukim di daerah pegunungan yang tinggi. Dapat dikatakan 85% dari orang Duri tinggal di pedesaan. Ciri khas masyarakatnya adalah perantau. Banyak orang Duri terutama laki-laki, yang berimigrasi ke Pare-Pare, Toraja, Ujung Pandang, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan, Sumatra, Maluku, Irian Jaya dan Malaysia.

Sejarah Kerajaan Massenrempulu Kabupaten Enrekang


       Massenrempulu atau lebih dikenal dengan Kabupaten Enrekang merupakan satu Dari berbagai Daerah Tingkat II Provinsi Sulawesi Selatan dengan Luas Wilayah 1.786.01 km².

Ditinjau dari segi sosial budaya, masyarakat Kabupaten Enrekang memiliki kekhasan tersendiri. Hal tersebut disebabkan karena kebudayaan Enrekang berada di antara kebudayaan Bugis, Mandar dan Tana Toraja. Bahasa daerah yang digunakan di Kabupaten Enrekang secara garis besar terbagi atas 3 bahasa dari 3 rumpun etnik yang berbeda di Massenrempulu', yaitu bahasa Duri, Enrekang dan Maiwa. Bahasa Duri dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Alla', Baraka, Malua, Buntu Batu, Masalle, Baroko, Curio dan sebagian penduduk di Kecamatan Anggeraja. Bahasa Enrekang dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Enrekang, Cendana dan sebagian penduduk di Kecamatan Anggeraja. Bahasa Maiwa dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Maiwa dan Kecamatan Bungin. Melihat dari kondisi sosial budaya tersebut, maka beberapa masyarakat menganggap perlu adanya penggantian nama Kabupaten Enrekang menjadi Kabupaten Massenrempulu', sehingga terjadi keterwakilan dari sisi sosial budaya.

Monday, March 19, 2018

pontensi pemndangan alamnya indah di lihat atas kampung gossing dengan sumber penghasilan sebagai petani

        kampung gossing adalah salah satu tempat di mana masyarakatnya berpenghasilan sebagai petani, dimana lokasi ditempat ini sangat mendukung untuk mengproduksi serbagai tanaman yaitu ada jangkah pendek ada ada juga jangka panjang. di kampung ini sangat indah karena kenapa di belakang kampung ini yaitu adalah hutan lindung sedangkan di depannya jika liat di atas bukit ini yang bernama buntu posik, kita bisa melihat keindahaan alam yang diaman ada kampung2, desa dan bisa liat kecamatan itulah keindahaan di atas kampong ini. Berbicara tentang kampong yaitu sangat indah karena di atas kampong semua di lihat. Kampong gossing dia berada di desa pandung batu di mana pandung batu mengambil 4 dusun dimana dusun yaitu desun lombom, dusun gossing, dusun bolong dan dusun tampun itulah terdapat di desa pandung ini.


                            saksikan keindahanya dan jagan lupa jalan jalan di sini ok



Wednesday, November 1, 2017

Pasal pasal pemerintahan desa




LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ENREKANG
TAHUN 2007 NOMOR 33 

PERATURAN DAERAH KABUPATEN ENREKANG
NOMOR 33 TAHUN 2007
                                          
TENTANG
PEMBENTUKAN DESA PANDUNG BATU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI ENREKANG

 Menimbang      : a. bahwa untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan guna menjamin perkembangan dan kemajuan pada masa yang akan datang; 
b. bahwa dengan memperhatikan faktor Sosial Budaya dan aspirasi yang   berkembang dalam masyarakat perlu pembentukan Desa Pandung Batu sebagai Pemekaran dari Desa Perangian Kecamatan Baraka;
c.  bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf  a dan huruf b perlu  membentuk Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang tentang Pembentukan Desa Pandung Batu;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-Daerah  Tingkat II  di Sulawesi  (Lembaran Negara Republik Indonesia  Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan  Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor  1822 );

Tuesday, March 31, 2015

di desa pandung batu dan sekitarnya

kita bisa melihat semua pemandangan yang ada di sekita pandung batu, kita singgah di desa pandung batu ini untuk bisa melihat desa yang lainnya. selain pemandanganya ada juga sistem pertaniannya masih alami untuk kita semak di desa pandung batu, karena di pandung batu mayoritas pekerjaannya sebagai petani. Dan harapan kami ingin sistem pertanian pandung batu semangkit meningkat dan mengembangkat sestem pertanian yg ada di pandung batu ini


                                       

                                     


Monday, December 1, 2014

indonesia bagus: ENREKANG SULAWESI SELATAN



silakan nonton dan simak apa disampaikan didalam vodio tersebut





Sunday, August 17, 2014

Harga Cengkeh Turun Rp 2 Ribu per Kilogram

Harga Cengkeh Turun  Rp 2 Ribu per Kilogram

TRIBUNNEWS.COM.MANADO - Beberapa hari setelah Lebaran, harga komoditas andalan sebagian warga Sulut, cengkih turun Rp 2 ribu per kilogram. Sejak libur Lebaran setelah perayaan Lebaran, UD Indoney Waya membeli cengkih Rp 149 ribu per kilogram (kg). Sebelum Lebaran, harga cengkih Rp 152 ribu per kg.



















Menurut Moy, pemilik UD Indoney Waya, harga turun karena ada panen besar di beberapa sentra. Misalnya di perbatasan Sulut-Gorontalo dan Boltim. Selain itu, stok di sejumlah pabrikan masih besar. "Saya duga harga masih akan terus turun hingga Rp 145 ribu karena panen masih berlangsung," jelasnya, kemarin.
Harga cengkih Rp 152 ribu sempat bertahan beberapa bulan terakhir dan turun Rp 2 ribu saat memasuki libur Lebaran. "Saya baru pindahkan 100 ton cengkih ke gudang karena sudah penuh di sini, 100 ton itu dikumpul selama sepekan lebih. Kadang setiap hari hanya 10 kg saja yang dijual oleh petani," tuturnya.
Hal sama terjadi di UD Kopra Karombasa. Menurut Visia Malonda, pemilik UD tersebut, harga cengkih Rp 149 ribu sekilo. Turun dari Rp 152 ribu sebelum Lebaran. "Harga ini turun sejak libur Lebaran sampai saat ini, para petani menjual cengkih hanya sedikit-sedikit. Akhir Agustus hingga Desember  akan ada panen jadi bisa saja akan ada banyak petani menjual cengkih," jelas Visia.
Yenny M satu di antara penjual cengkih mengatakan, harga saat ini lumayan bagus karena masih memberi untung. Sebab beberapa tahun lalu, harga emas coklat ini tak sampai Rp 100 ribu per kg.
 "Saya hanya menjual beberapa kilogaram saja untuk keperluan keluarga. Panen tahun lalu hanya sedikit jadi hasilnya juga tidak banyak. Harapan kami sebagai petani semoga harga cengkih tidak sampai turun jauh tapi akan terus naik," menutup pembicaraan. (maickel karundeng)

IG. mardin_duri