Pages

Thursday, April 5, 2018

Tradisi Unik Pilih dan Coba Pria Untuk Dijadikan Jodoh Suku Kreung

Mencari pasangan hidup merupakan hal yang susah-susah gampang, kadang kita membutuhkan pendekatan untuk mengetahui karakter pasangan kita. Namun ada yang unik dari cara mencari pasangan dari suku Kreung.

Tradisi Unik Pilih dan Coba Pria Untuk Dijadikan Jodoh Suku Kreung

Suku yang berada di Kamboja ini memiliki cara unik sendiri untuk mendapatkan pasangan hidup. Anehnya para wanita disana memiliki tradisi mencoba pria. Maksud mencoba pria disini adalah memilih pria yang akan jadi pasangannya dengan cara tidur dengan laki-laku tersebut. Dan itu bukan hanya dilakukan oleh satu dua pria saja, tetapi lebih dari satu, sampai si gadis menemukan pria pilihannya. Penasaran dengan tradisi tersebut? Dibawah ini adalah ulasannya.

Mengenal Sejarah Kebudayaan Suku Duri Enrekang Sulawesi Selatan

Mengenal Sejarah Kebudayaan Suku Duri Enrekang Sulawesi Selatan

Penjelasan Kebudayaan dan Adat Istiadat Suku Duri Enrekang Sulawesi Tenggara. Suku Duri adalah salah satu suku bangsa yang mendiami Kabupaten Enrekang, tepatnya di kecamatan Baraka, Alla dan Anggeraja yang seluruhnya berjumlah 17 desa. Kabupaten Enrekang merupakan wilayah pegunungan yang sejuk dan berada di tengah-tengah daratan Sulawesi selatan dan berbatasan dengan Tanah Toraja.

Pemukiman mereka berada dekat dengan jalan yang dapat dilalui mobil. Hanya sedikit yang bermukim di daerah pegunungan yang tinggi. Sekitar 85% dari masyarakat Duri tinggal di pedesaan. Mereka juga merupakan salah satu suku perantau yang telah menyebar dibeberapa daerah di Indonesia dan bahkan sampai ke Malaysia.

Suku Enrekang dan suku Maroangin (Marowangin) merupakan koalisi dari suku Duri yang tergabung dalam satu kesatuan yang disebut sebagai suku Massenrempulu. Meskipun secara ras dan bahasa suku Duri cenderung dekat dengan suku Toraja. Bahasa Duri mirip dengan bahasa Toraja, oleh karena itu suku Duri sering dianggap sebagai bagian dari suku Toraja. Meskipun memiliki kekerabatan dekat dengan Toraja, suku Duri banyak terpengaruh adat istiadat suku Bugis. Sehingga kadang-kadang juga orang Duri juga dianggap sebagai sub-suku dari suku Bugis.

suku duri dari kabupaten enrekang yang maksud enrekang duri


SUKU DURI

Sulawesi Selatan 



Letak:Sulawesi Selatan
Populasi:95.000 jiwa
Bahasa:Duri
Anggota Gereja:475 (0,5%)
Alkitab dalam bahasa Duri:sedang dikerjakan (PB)
Film Yesus dalam bahasa Duri:Tidak Ada
Siaran radio pelayanan dalam bahasa Duri:Tidak Ada
Suku Duri terdapat di Kabupaten Enrekang, di daerah pegunungan yang berhawa sejuk di tengah-tengah Propinsi Sulawesi Selatan, berbatasan dengan Tanah Toraja. Pemukiman orang Duri terdapat di kecamatan Baraka, Alla dan Anggeraja yang seluruhnya berjumlah 17 desa. Mereka tinggal dekat dengan jalan yang dapat dilalui mobil. Hanya sedikit yang bermukim di daerah pegunungan yang tinggi. Dapat dikatakan 85% dari orang Duri tinggal di pedesaan. Ciri khas masyarakatnya adalah perantau. Banyak orang Duri terutama laki-laki, yang berimigrasi ke Pare-Pare, Toraja, Ujung Pandang, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan, Sumatra, Maluku, Irian Jaya dan Malaysia.

Sejarah Kerajaan Massenrempulu Kabupaten Enrekang


       Massenrempulu atau lebih dikenal dengan Kabupaten Enrekang merupakan satu Dari berbagai Daerah Tingkat II Provinsi Sulawesi Selatan dengan Luas Wilayah 1.786.01 km².

Ditinjau dari segi sosial budaya, masyarakat Kabupaten Enrekang memiliki kekhasan tersendiri. Hal tersebut disebabkan karena kebudayaan Enrekang berada di antara kebudayaan Bugis, Mandar dan Tana Toraja. Bahasa daerah yang digunakan di Kabupaten Enrekang secara garis besar terbagi atas 3 bahasa dari 3 rumpun etnik yang berbeda di Massenrempulu', yaitu bahasa Duri, Enrekang dan Maiwa. Bahasa Duri dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Alla', Baraka, Malua, Buntu Batu, Masalle, Baroko, Curio dan sebagian penduduk di Kecamatan Anggeraja. Bahasa Enrekang dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Enrekang, Cendana dan sebagian penduduk di Kecamatan Anggeraja. Bahasa Maiwa dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Maiwa dan Kecamatan Bungin. Melihat dari kondisi sosial budaya tersebut, maka beberapa masyarakat menganggap perlu adanya penggantian nama Kabupaten Enrekang menjadi Kabupaten Massenrempulu', sehingga terjadi keterwakilan dari sisi sosial budaya.

IG. mardin_duri